Poldasu Diminta Ungkap Pembacokan Wartawan di Tapteng 

MEDAN (OGENews.com)-Sejumlah wartawan di Kota Medan mendesak Polda Sumut untuk mengungkap kasus pembacokan terhadap wartawan di Tapanuli Tengah (Tapteng). Korban dalah Charles Pardede, wartawan media online metrodua.com. Akibat kekerasan yang dialaminya, Charles mengalami luka robek di pipi kanan.

“Polda Sumut dan Polres Tapteng harus segera mengungkap kasus pembacokan terhadap wartawan. Wartawan bekerja dilindungi undang-undan,”ujar sejumlah wartawan senior di grup jurnalis,”Jumat (20/5).

Kejadian berawal saat korban berpamitan kepada dua rekannya, Rudol Situmeang dan Joneri Sihite, yang berada di Sekretariat DPD Golkar Kabupaten Tapanuli, sekira pukul 20.40 WIB.

“Saya pamitan dengan teman saya tersebut untuk pulang ke rumah. Sementara mereka masih di Kantor Golkar. Saya pun berangkat mengenderai sepeda motor menuju pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, sebelum sampai di Simpang Muara, Jalan Padang Sidimpuan, saat saya akan menyalib mobil yang berhenti di depan, tiba-tiba ada orang dari belakang langsung memukul saya. Saat itu darah pum langsung mengucur keluar dari bagian pipi saya. Mereka ada dua orang. Saya tidak sempat mengenali pelaku karena langsung tancap gas,” urai Charles.

Baca juga:  Polda Sumut Ancam Belasan Tersangka Narkoba Hukuman Mati

Menurut Charles, pelaku ada seorang pria yang mengendarai sepeda motor matik. Selanjutnya, Charles pun langsung menyambangi Polsek Pandan guna membuat laporan kejadian terhadap apa yang dialaminya.

“Akibat dari kejadian itu, pipi sebelah kiri saya mengalami bekas sayatan. Hasil pengobatan petugas RSUD Pandan, pipi kiri saya dijahit 7 jahitan. Kemudian saya langsung membuat laporan ke Polsek Pandan sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLP/35/V/2022/Sek Pandan/Res Tapteng/Poldasu,” ungkap Charles, sembari berharap polisi dapat menangkap pelaku.

Hingga saat ini, motif penikaman tersebut masih belum jelas, tetapi Charles menduga hal tersebut terkait pemberitaannya akhir-akhir ini.

“Memang akhir-akhir ini aku memberitakan beberapa kasus di Pemkab Tapteng terhadap penjualan baju di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah dan penjualan Baju Kaos di Dinas Kesehatan. Dan mungkin juga soal beberapa status Facebook di akun pribadiku terkait issu bakal calon Pj. Bupati Tapteng, yang dimana akhir jabatan dari Bupati Tapteng akan berakhir 22 Mei 2022 mendatang,”pungkasnya.(akbar)