Pemko Medan Asal Menggusur Saja Tanpa Solusi

Ibu Sri dan Suaminya

MEDAN-OGENews.com-Seorang penjual sarapan pagi di Taman Cadika, Jalan karya Wisata berurai air mata setelah lapak usahanya didatangi sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan untuk penertiban, Senin (23/5) pagi.

Lontong Ibu Sri, sapaan akrab pedagang itu, tak kuasa menahan tangisnya melihat jumlah Satpol PP yang hadir dilokasi. “Mau makan apa anak-anakku kalau usaha kami ini digusur?”kata Sri kepada wartawan dilokasi kejadian.

Mestinya, sambung dia, jika Pemerinta Kota (Pemko) Medan menggusur sebaiknya juga diberikan solusi yang tepat agar keberlangsungan hidup keluarganya terjamin. “Sudah bertahun-tahun kami berjualan lontong dilokasi ini. Sejak bapak Rahudman Walikota Medan, kemudian pak Eldin hingga pak Akhyar Nasution semuanya ber empati pada rakyat kecil. Berbeda dengan yang sekarang ini,”ujarnya.

Baca juga:  Polres Pelabuhan Belawan Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil Ke Masyarakat

Uniknya, penertiban itu juga terkesan dilakukan sepihak dan hanya dua pedagang saja. “Yang digusur itu hanya dua pedagang saja dari sejumlah pedagang yang ada di areal Cadika ini,”terangnya.

Menurut Ibu Sri, penertiban yang dilakukan oleh Dispora Kota Medan itu selaku pengelola taman cadika tidak memiliki rasa empati kepada pedagang kecil seperti para pendahulunya.

“Kasihanilah kami. Kami hanya pedagang kecil yang mencari makan hari ini untuk hari ini. Saya minta perhatian Wali Kota Medan agar kami bisa tetap berjualan di sini (Taman Cadika),”lirih Sri didampingi suaminya Tito.

Sementara itu, Sekretaris Dispora Medan M Agha Novrian mengakui, kedatangannya ke lapak Lontong Bu Sri untuk melakukan sosialisasi penertiban dan penataan.

Baca juga:  Bentuk Perhatian, Kasat Samapta Polrestabes Medan Melayat Alm.H.Suyatno KS Mertua Dari Iptu Tri Handoko

Penataan akan dilakukan secara menyeluruh, tapi bertahap. Namun, diawali dari usaha Lontong Bu Sri dan Kafe Tancap karena berada di posisi dekat pintu masuk Taman Cadika.

“Semuanya. Kita akan lakukan penertiban dan penataan secara keseluruhan. Dimulai dari sini (Lontong Bu Sri), karena berada di posisi terdepan,”katanya.

Namun, saat ditanya, apakah Pemko Medan sudah memiliki solusi untuk mengatasi keberlangsungan hidup keluarga Ibu Sri setelah lapaknya ditertibkan, M Agha mengaku akan segera merumuskannya bersama Kadispora Medan.

“Saat ini belum ada solusi, tetapi akan kita pikirkan,”ujarnya.

Meski begitu, tambah dia, kedepan akan dilakukan pembinaan pedagang untuk bergabung dengan koperasi Dispora Medan bekerjasama dengan dinas UMKM Kota Medan. “Mungkin kedepan, akan kita lakukan pembinaan dibawah koperasi Dispora,”pungkasnya. Frans Marbun