Penembak Pendeta Terungkap, Motif Sakit Hati Tak Dikasih Uang Keamanan

Medan (OGENews.com) – Sakit hati menjadi motif, ZS (42), menembak Fernando Tambunan (42) yang merupakan seorang pendeta. Hal itu terungkap setelah aparat kepolisian meringkus pelaku.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Irsan Sinuhaji mengatakan, peristiwa penembakan itu terjadi di rumah korban di Desa Jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Senin (27/6) sekitar pukul 20.30 wib lalu.

Pelaku merupakan pemuda setempat, menetap di Dusun I, Desa Jaharun B, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

“Pelaku ini sering meminta jatah uang keamanan. Namun, saat pelaku meminta uang sebesar Rp 50 ribu dengan dalih uang keamanan, korban tidak memberikan uang tersebut. Pelaku merasa geram dan emosi sehingga mau membuat pelajaran terhadap Fernando Tambunan,” kata Irsan saat memaparkan tersangka, Minggu (3/7).

Baca juga:  Bobby Nasution Walikota Medan Luncurkan Bus Listrik Gratis, Total 25 Pelayanan Setiap Hari

Tak lama setelah kejadian itu, pelaku lalu mengambil senapan angin serta tiga butir peluru miliknya dan membawanya ke sebuah kandang lembu.

Di sana, pelaku menyimpan senapan tersebut. Setelah menyimpannya, ZS lalu pulang ke rumahnya untuk tidur siang.

Setelah itu, sekitar pukul 20.00 WIB, korban lalu kembali ke kandang lembu tersebut untuk mengambil senapan angin yang sebelumnya telah disimpannya.

Dia kemudian berjalan menuju sebuah perbukitan yang berada di dekat rumah korban. Dari sana, pelaku langsung menembak korban yang saat itu tengah duduk di teras rumahnya.

“Tembakan pelaku mengenai badan Fernando. Korban langsung meringis kesakitan sambil memegang lengan dan dada sebelah kanannya,” ujar mantan Wakapolrestabes Medan itu.

Baca juga:  Test 132 Casis Akpol Diawasi PJU Poldasu 

Setelah menembak korban, pelaku langsung berlari meninggalkan lokasi kejadian menuju ke rumahnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 Jo Pasal 353 Ayat 2 Subs Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(akbar)