Sehat Bugar Sambut Anak Kedua, Boru Damanik Meninggal Dunia Setelah Operasi Kandungan di RSU Lubuk Pakam

Lubuk Pakam (OGENews.com) – Seorang ibu muda Happy Y Damanik meninggal dunia di RSU D Amri Tambunan setelah menjalani operasi kandungan (Caesar) anak kedua.

Sebelum meninggal, korban mendapatkan perawatan selama 14 hari, padahal sebelum menjalani operasi, Happy dalam keadaan sehat dan ceria hingga bugar menyambut kedatangan anak keduanya.

Aprianto Manurung yang merupakan suami korban juga telah menyampaikan informasi tentang kondisi istrinya di laman Facebooknya dan menceritakan kronologis kejadian yang menimpa istrinya mulai menjalani operasi hingga mendapatkan perawatan intensif.

Manurung menceritakan, operasi yang dilakukan pada Senin, 20 Juni 2022 lalu, ia mendampingi istrinya, dan istrinya dalam keadaan sehat tanpa ada masalah. Namun, lewat anjuran dokter, operasi harus dilakukan untuk segera mengeluarkan bayinya.

Baca juga:  Antisipasi Tindak Kriminal, Personil Polsek Namorambe Laksanakan Patroli

Karena orang awam, ia pun menyanggupi dan operasi pun dilakukan. Bahkan, setelah operasi, bayi kedua pasangan suami istri ini pun dalam kondisi sehat, namun istrinya malah mengalami penurunan kesadaran dan suhu tubuhnya mencapai 40 derajat.

Selain itu, Manurung menjelaskan, sesaat setelah operasi, dokter yang menangani istrinya menyampaikan, istrinya mengalami syok dan berhenti nafas karena emoli air ketuban.

Dalam unggahnya, Manurung juga meminta dukungan dari Pemerintah Indonesia, Gubernur Sumut, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang atas kejadian yang dialami istrinya.

Informasi yang dihimpun, Senin (4/7/2022) Happy meninggal dunia meninggalkan anak yang masih kecil dan lucu.

Ibu dua anak ini akan dimakamkan Selasa (5/7/2022) di Jalan Wonosari No 54, Desa Wono Sari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Baca juga:  Kapolda Sumut Hadiri Pengukuhan Guru Besar Tetap USU

Pihak RSU Amri Tambunan yang dihubungi di nomor, 0821 6175 3454 mengaku ia bukan Humas dan tidak tahu dan meminta menghubungi ibu Sri sebagai Humas. Saat diminta nomor ibu Sri, ia berjanji memberikan, namun hingga berita ini disiarkan, nomor ibu Sri tidak kunjung dikirimkan. (red)