Kurir Sabu-sabu Dituntut Penjara Seumur Hidup

MEDAN-OGENews.com- Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya menuntut dua orang kurir Narkoba jenis Sabu-sabu jaringan internasional, dengan hukuman penjara seumur hidup setelah lima kali ditunda.

Kedua terdakwa itu yakni Budihari (50) dan  Rahmad Hamdani alias Am (42), masing-masing dituntut hukuman penjara seumur hidup dalam persidangan virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (12/7/2022).

Dari fakta-fakta di persidangan terungkap, kedua terdakwa dinilai telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, sebagaimana dakwaan primair.

Yakni menyuruh, melakukan dan atau turut serta secara tanpa hak dan melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli (kurir) narkotika Golongan I jenis sabu seberat 20 Kg.

Baca juga:  Wartawan Asal Jakarta Dijambret di Jalan Sei Belutu Medan, Satreskrim Polrestabes Medan Buru Pelaku

Hal memberatkan, lanjut JPU dari Kejati Sumut Febrina Sebayang, perbuatan para terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Sedangkan keadaan meringankan, tidak ditemukan.

Hakim ketua Zufida Hanum pun melanjutkan persidangan pekan depan guna mendengarkan nota pembelaan (pledoi) terdakwa maupun penasihat hukumnya.

Febrina Sebayang dalam dakwaan menguraikan, Selasa (1/3/2022) lalu terdakwa Budihari, warga Jalan MT Haryono, Lingk IV, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ditawari ‘job’ oleh Emi.

Yakni menjemput sabu dari perairan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia dengan uang muka Rp55 juta. Dia pun menghubungi rekannya sesama nelayan, Rahmad Hamdani alias Am (berkas terpisah).

Baca juga:  Genk Motor di Sumut Merajalela, Ini Kata Poldasu

Semula warga Jalan Bambu Selat Lancang, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai tersebut menolak tawaran terdakwa dan belakangan mau dengan upah Rp45 juta menjemput sabu dari perbatasan. Plus Rp25 juta lagi untuk mengantarkan sabunya kepada seseorang di Kota Medan.

Beberapa hari kemudian Rahmad Hamdani mengajak pria bernama Gondrong sebagai ‘joki’ untuk menjemput sabu seberat 20 Kg tersebut dari seseorang yang tidak dikenal di perairan perbatasan kedua Negara dengan alat komunikasi Handy Talky (HT).

Usaha mereka berjalan mulus dan kapal boat yang ditumpangi kemudian bersandar di Titi Gantung Jalan Teluk Nibung, Kelurahan Tangkahan Ahmad Djajar, Kecamatan Nibung, Kota Tanjungbalai, Senin (7/3/2022) lalu.

Baca juga:  Kapolres Langkat Pimpin Langsung Pengamanan Sidang Lapangan, Pembunuhan Mantan Anggota DPRD Langkat

Tim Ditresnarkoba Polda Sumut yang telah mewanti-wanti di sekitar dermaga kemudian ‘menyambut hangat’ kedatangan Rahmad Hamdani berikut menyita 20 Kg sabu sebagai barang bukti. Secara terpisah terdakwa Budihari pun berhasil dibekuk.

Kedua terdakwa berprofesi sebagai nelayan itu disebut-sebut dikendalikan seseorang bernama Emi (masih dalam pencarian/DPO). Bun