Korupsi Kredit Fiktif, Kacab BSM Gajahmada Divonis 7 Tahun Penjara 

MEDAN-OGEnews.com- Waziruddin, mantan Kepala Cabang (Kacab) PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Gajah Mada, diganjar tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subs tiga bulan kurungan.

Waziruddin divonis bersalah karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi kredit fiktif kepada Kopkar Pertamina UPMS-I Medan, senilai Rp24.804.178.121.

“Perbuatan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tegas majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan, dalam sidang berlangsung daring di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (27/7/2022).

Baca juga:  Mantan Pegawai PDAM Tirtanadi Tipu Calon Pegawai 

Menurut hakim dalam pertimbangannya, hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan.

“Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” kata hakim.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyatakan menerima atau mengajukan banding.

“Banding. Kami laporkan dulu ke pimpinan,” ujar JPU Hoplen Sinaga, usai sidang.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 14 tahun, denda Rp500 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Diketahui, pada tahun 2010 – 2012, terdakwa bersama-sama dengan Nurhadi, Account Officer PT Bank Syariah Mandiri Cabang Gajahmada Medan serta Khaidar Aswan selaku Ketua Koperasi Karyawan Pertamina UPMS-I Medan.

Baca juga:  Dua Anggota Reskrim Ditangkap Kasus Narkoba

Pemberian Kredit Bank Syariah Mandiri kantor cabang Medan Gajahmada, kepada Koperasi Karyawan Pertamina UPMS-1 Medan dilaksanakan tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Berdasar laporan pelaksanaan prosedur yang disepakati penghitungan lerugian keuangan negara, ditemukan beberapa kejanggalan yang dilakukan terdakwa.

Antara lain, adanya penggunaan fasilitas kredit yang menyimpang. Dana seharusnya digunakan uuntuk anggota Kopkar, namun digunakan untuk bisnis Kopkar dan pembiayaan ke pegawai outsourcing yang dikelola oleh Kopkar.

Kemudian, ditemukan karakter pengurus yang mempunyai niat tidak baik, menggunakan data pegawai palsu dan rekayasa.

Kantor cabang Bank Syariah Mandiri Medan Gajahmada, tidak melakukan verifikasi data pada saat pengajuan pembiayaan oleh Kopkar Pertamina UPMS-I Medan, serta tidak menguasai agunan berupa surat kuasa potong gaji (SKPG). Dan tidak memastikan dana pencairan telah sampai ke masing-masing nasabah.

Baca juga:  Jatuh Terpental, Pengendara Vespa Tewas Terlindas Truk

Akibat perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Nurhadi dan Khaidar Aswan, telah merugikan keuangan negara sebesar Rp24.804.178.121. Bun