Bawa Sabu Ke Sungai, Dua Nelayan Diciduk Polisi

Dua Nelayan Saat diamankan Polisi

MEDAN- OGEnews.com- Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut dengan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) menciduk dua Nelayan di Perairan Sungai Barumun Tanjung Lumba Lumba Pantai Timur Pulau, Labuhan Bat, Senin (1/8/2022).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya temuan tas berisi Sabu seberat 20 Kilo gram (Kg) di Perairan Sungai Barumun Tanjung Lumba Lumba Pantai Timur Pulau, Labuhan Batu, Sumatera Utara, Jumat (22/7). Kemudian, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan terkait temuan puluhan kilo sabu itu.

Dari hasil penyelidikan selama hampir 2 minggu, pada Minggu (31/7/2022), petugas mengamankan dua nelayan berinisial AS (37) warga Dusun IV Desa Sei Merdeka Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu dan JI (46) warga Dusun IV Desa Sei Merdeka Kecamatan Panai Tengah. Keduanya, diduga kuat mengetahui terkait sabu itu.

Baca juga:  Dua Anggota Reskrim Ditangkap Kasus Narkoba

Dari hasil pengembangan, petugas menemukan lagi sabu seberat 3.603,34 gram yang dikemas dalam 4 bungkus plastik dari kedua pria itu.

“Selain itu juga disita satu plastik klip berisi sabu 2,5 Gram netto dan satu unit sampan kayu bermesin dompeng 6 PK serta satu gulung jaring ikan yang dipergunakan kedua tersangka,” katanya.

Setelah diintrogasi, sambung dia, kedua nelayan itu sengaja menyimpan sabu.

“Kedua tersangka mengaku sengaja mencari tas berisi sabu setelah mendapat informasi dari kawan-kawannya yang berprofesi sebagi nelayan lalu setelah berhasil menjaring, menyimpan dan menyisihkan dan dengan tujuan untuk dijual nantinya sebagai modal buat usaha,” ujar dia.

Saat ini, sambung dia, polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Baca juga:  Mantan Pegawai PDAM Tirtanadi Tipu Calon Pegawai 

“Terhadap kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal 112 Ayat 2 UU RI NO 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,”pungkasnya.Akbar